Reshuffle kabinet: Presiden Jokowi umumkan enam nama menteri baru, pengamat: 'tidak signifikan membawa perubahan'
News

Reshuffle kabinet: Presiden Jokowi umumkan enam nama menteri baru, pengamat: ‘tidak signifikan membawa perubahan’

3 jam dengan lalu

Jokowi

Presiden Joko Widodo mengumumkan enam nama bahan menteri baru sebagai bagian sebab perombakan (reshuffle) Kabinet Indonesia Maju.

Di beranda Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/12) sore, Jokowi didampingi Wakil Presiden Ma’ruf Amin mendatangkan orang-orang yang akan mengisi dua posisi menteri yang kosong serta mengganti empat posisi lainnya.

“Pertama, Tri Rismaharini, dia adalah wali tanah air Surabaya, dan saat ini pokok Risma akan kita berikan tanggung jawab untuk menjadi Menteri sosial, ” kata Jokowi di awal bahan persnya.

Presiden kemudian meminta Tri Rismaharani dan lima orang lainnya menuju tempat duduk yang sudah disediakan. Mereka mengenakan penutup wajah, baju putih dan jaket warna biru.

Berikut enam orang dengan ditunjuk Presiden Jokowi sebagai menteri barunya:

Tri Rismaharini ditunjuk menjadi menteri sosial. Walikota Surabaya dua periode yang periode jabatannya berakhir pada 2021 tersebut menggantikan Juliari Batubara yang terpikat kasus korupsi pengadaan bantuan baik.

Tri Rismaharini

Sakti Wahyu Trenggono , bekas wakil menteri pertahanan, ditunjuk menjadi menteri kelautan dan perikanan (KKP). Ia menggantikan Edhy Prabowo, yang terjerat kasus korupsi ekspor baka lobster.

Sakti Wahyu Trenggono

Sandiaga Uno , bekas wakil gubernur DKI Jakarta dan ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, dipilih menjadi menteri pariwisata dan ekonomi kreatif, menggantikan Wishnutama.

Sandiaga Uno

Muhammad Luthfi dipilih menjadi menteri perdagangan, menggantikan Agus Suparmanto. Luthfi adalah menteri perdagangan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Ia juga pernah menjabat sebagai kepala Badan Koordinasi Penanaman Simpanan, duta besar Indonesia untuk Jepang, dan duta besar Indonesia untuk Amerika Serikat.

Muhammad Luthfi

Yaqut Cholil Qoumas , ketua Gerakan Pemuda Ansor, dipilih untuk memimpin Kementerian Agama, pangkalan yang sebelumnya diisi Fachrul Razi.

Yaqut Cholil Qoumas

&, Budi Gunadi Sadikin menggantikan Terawan Agus Putranto sebagai menteri kesehatan. Akhlak adalah mantan dirut Bank Mandiri dan PT Asan Alumunium. Belakang, ia menjabat sebagai wakil gajah BUMN.

Budi Gunadi Sadikin

Presiden Jokowi mengatakan, keenam bahan menteri ini akan dilantik di dalam hari Rabu (23/12).

Isu tentang perombakan (reshuffle) mulai ramai dibicarakan pada pekan ini, dan sejumlah nama telah beredar di media dengan disebut-sebut akan mengisi dua status menteri yang kosong, yakni menteri sosial dan menteri kelautan & perikanan.

Dua orang yang sebelumnya mengisi pos itu, Edhy Prabowo & Juliari Batubara, ditangkap KPK sebab kasus dugaan korupsi. Semenjak itulah, Presiden dituntut untuk segera merombak kabinetnya.

Selain mengisi posisi menteri dengan kosong, juga ada kabar bahwa beberapa menteri akan dirotasi.

Isyarat bakal ada reshuffle makin santer setelah Presiden Jokowi bertemu Wapres Ma’ruf Menyetujui sebanyak dua kali di Istana Merdeka, Senin kemarin.

Perombakan kabinet ini merupakan yang pertama dalam pemerintahan Jokowi periode kedua.

‘Tidak signifikan’

Dimintai tanggapan atas penunjukan enam menteri baru, pengamat kebijakan publik dibanding Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah menyebutnya sebagai “tidak signifikan membawa perubahan”.

Menurutnya, seharusnya Presiden Joko Widodo mengganti menteri-menteri lain yang disebutnya “hampir tidak melakukan banyak terobosan permutasi kebijakan dalam menyelesaikan wabah virus corona”.

“Jadi, akhirnya saya merasakan perombakan ini tidak signifikan mendatangkan perubahan. Ditambah lagi, sosok yang menggantikannya seperti tidak tepat, ” kata Trubus kepada wartawan BBC News Indonesia, Selasa (22/12) sore)

Trubus mencontohkan, sosok Menteri Kesehatan dengan baru, yaitu Budi Gunadi Sadikin.

“Panglima perang Covid-19 bukan daripada kalangan dokter, tapi lulusan metode nuklir, dan profesional di bagian ekonomi. Ini berpotensi sulit berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan memahami masalah dari prospek kesehatan, ” ujarnya.

Menurutnya, ” r eshuffle menjadi suatu yang urgent karena ada menteri-menteri yang bermasalah tak hanya soal integritas tapi juga kemampuan manajerial dan menjalankan komando presiden. Tapi, saya bingung kenapa cuma enam yang diganti. ”