GANDAR jatuhkan sanksi ke Turki terkait pembelian sistem rudal S-400 keluaran Rusia, apa reaksi Ankara serta Moskow?
News

GANDAR jatuhkan sanksi ke Turki terkait pembelian sistem rudal S-400 keluaran Rusia, apa reaksi Ankara serta Moskow?

47 menit yang lalu

Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi kepada Turki – sesama anggota Pakta Pertahanan Atlantik Mengadukan (NATO) – atas penempatan sistem rudal penangkal pesawat buatan Rusia yang dibeli tahun lalu.

GANDAR mengatakan sistem rudal S-400 Rusia tidak kompatibel dengan teknologi NATO dan merupakan ancaman bagi pakta tersebut.

Sasaran sanksi yang diumumkan sebab Departemen Luar Negeri AS di dalam Senin (14/12) adalah sektor logistik senjata Turki.

Tindakan AS ini tepat mendapat kecaman para pejabat di Turki dan Rusia.

AS telah mengeluarkan Turki dari agenda jet tempur F-35 karena pembelian sistem rudal buatan Rusia itu.

Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di instrumen pencari lain

S-400 merupakan salah satu sistem rudal tercanggih yang diluncurkan dari darat ke udara.

Rudal yang diluncurkan dapat menjangkau jarak 400 km dan satu unit S-400 dapat menembak jatuh 80 target bilamana bersamaan.

Rusia mengeklaim S-400 piawai menyasar berbagai target di udara, mulai dari drone, pesawat dengan terbang di beragam ketinggian, maka rudal jarak jauh.

Apa yang menjelma keberatan AS?

“AS telah menjelaskan kepada para pejabat tinggi Turki bahwa pembelian sistem rudal S-400 akan membahayakan kerahasiaan teknologi & keselamatan personel militer AS, ” kata Menlu AS, Mike Pompeo, dalam satu pernyataan.

“[Pembelian ini] hanya akan menguntungkan sektor pertahanan Rusia, selain juga membuka akses yang lebih besar bagi Rusia atas industri pertahanan Turki, ” kata Pompeo.

“Namun Turki tetap menetapkan untuk melanjutkan pengadaan dan pemeriksaan S-400, meskipun sudah tersedia pilihan, sistem yang kapabel milik NATO untuk memenuhi persyaratan pertahanannya, ” lanjutnya.

“Saya mendesak Turki untuk lekas menyelesaikan masalah S-400 dengan berkoordinasi dengan AS, ” kata Pompeo

“Turki adalah sekutu yang berharga dan mitra keamanan regional yang istimewa bagi AS, dan kami berusaha melanjutkan kerja sama sektor pertahanan produktif kami yang telah berlaku selama puluhan tahun, dengan menghapus hambatan kepemilikan S-400 Turki secepat mungkin. ”

Sanksi ini menargetkan Besar Direktorat Industri Pertahanan Turki, Ismail Demir, dan tiga pimpinan yang lain.

Sanksi mencakup larangan lisensi ekspor GANDAR, serta pembekuan aset apa kendati yang berada di wilayah yurisdiksi AS.

Bagaimana tanggapan Turki?

Kementerian Luar Negeri Turki mendesak AS “agar mempertimbangkan kembali keputusan tidak benar ini, seperti yang diumumkan di dalam hari ini”, seraya menambahkan bahwa Turki “siap untuk menangani urusan ini melalui dialog dan taktik sesuai dengan semangat aliansi”.

Kemenlu Turki memperingatkan bahwa sanksi AS “pasti akan berdampak negatif terhadap ikatan kedua negara, dan [Turki] akan membalas dengan jalan dan waktu yang dianggap tepat”.

Ankara berpendapat bahwa sistem Rusia dibeli setelah AS menolak menjual peluru kendali Patriot buatan AS.

Pejabat Turki menunjukkan fakta bahwa Yunani kacau sekutu NATO lainnya – mempunyai S-300 mereka sendiri, meskipun tersebut tidak dibeli langsung dari Rusia.

Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, juga mengutuk keputusan AS sebagai “manifestasi lain dari sikap besar terhadap hukum internasional.

“Sebuah manifestasi daripada tindakan koersif sepihak yang tidak sah yang digunakan AS selama bertahun-tahun, ” lanjut Lavrov.

Seberapa penting kehadiran Turki?

Turki memiliki pasukan bersenjata terbesar kedua di NATO, sebuah asosiasi militer yang beranggotakan 30 negeri.

Negeri ini merupakan salah-satu sekutu utama AS, dan secara geografi wilayahnya berada di posisi strategis, berbagi perbatasan dengan Suriah, Irak, serta Iran.

Ankara juga memainkan peran penting dalam konflik Suriah, menyediakan persenjataan dan dukungan militer kepada kaum kelompok pemberontak.

Namun, hubungan antara Turki dan sejumlah anggota NATO dan Uni Eropa, memburuk.

Mereka menduga Erdogan mengadopsi gaya kepemimpinan dengan dinilai semakin otoriter setelah kudeta yang gagal pada 2016.

Buat memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain

Bagaimana cara kerja sistem rudal S-400?

1. Sistem peluru kendali S-400 memiliki radar pengintai jangka jauh yang dapat melacak wujud dan menyampaikan informasi kepada kendaraan komando, yang bertugas melakukan perkiraan terhadap potensi target.

2. Target kemudian diidentifikasi dan kendaraan komando akan memerintahkan peluncuran rudal.

3. Data peluncuran dikirim kepada kendaraan peluncur dengan ditempatkan pada posisi terbaik dan kemudian melepaskan rudal.

4. Keberadaan peninjau akan membantu untuk memandu peluru kendali menuju sasaran target.