Siapakah Malala Maiwand, jurnalis perempuan Afghanistan yang ditembak mati?
News

Siapakah Malala Maiwand, jurnalis perempuan Afghanistan yang ditembak mati?

22 menit dengan lalu

Malala Maiwand

Seorang wartawan perempuan ditembak mati dalam kota Jalalabad, Afghanistan timur, dalam Kamis pagi (10/12), peristiwa terbaru dalam serangkaian pembunuhan di negeri itu.

Malala Maiwand sedang menuju kantor ketika orang-orang bersenjata menembaki mobilnya di ibu kota Provinsi Nangarhar, Jalalabad. Serangan itu serupa menyebabkan sopirnya, Mohammad Tahir, wafat dunia.

Maiwand adalah wartawan jalan televisi dan radio Enikass.

Juru bicara pemerintah Provinsi Nangarhar, Attaollah Khogiyani, membenarkan peristiwa itu.

“Ia padahal berada dalam perjalanan menuju biro ketika peristiwa itu terjadi, ” katanya.

Ditambahkan, para pelaku telah kabur dari lokasi kejadian. Sejauh tersebut belum ada pihak yang mengiakan bertanggungjawab.

“Siapa yang punya masalah dengan perempuan bekerja dalam asosiasi Afghanistan? ” tanya wakil spesialis bicara presiden, Fatima Murchal, menggunakan Twitter.

Para pelaku pengecut ini tidak akan dimaafkan, sekalipun setelah makbul perdamaian, ” tambahnya.

Selain berprofesi jadi jurnalis, Maiwand juga dikenal sebagai aktivis hak-hak sipil yang sebelumnya mengungkapkan adanya berbagai tantangan yang dialami sebagai wartawan perempuan dalam Afghanistan.

Ibunya, seorang aktivis, dibunuh oleh orang-orang tak dikenal lima tahun lalu.

Wartawan menjadi sasaran serbuan

Dengan pembunuhan Maiwand ini maka jumlah jurnalis dan pekerja media yang dibunuh di Afghanistan tahun ini mencapai 10 orang.

Menurut spesialis bicara Kementerian Dalam Negeri Tariq Arian, selama 15 tahun belakang mayoritas wartawan yang dibunuh merupakan korban serangan kelompok Taliban.

Namun pakar bicara Taliban menepis tuduhan pihaknya terlibat dalam pembunuhan Malala Maiwand.

Aliyas Dayee

Diantara wartawan yang dibunuh sebelum Malala Maiwand adalah mantan pembawa urusan televisi yang terkenal, Yama Siawash. Ia meninggal dunia bersama besar orang lainnya ketika mobil yang dikendarainya meledak di dekat rumahnya di Kabul bulan lalu.

Juga bulan lalu, wartawan Radio Liberty, Aliyas Dayee, terbunuh dalam ledakan bom di Lashkar Gah, Provinsi Helmand.

Wartawan, aktivis dan politikus menjadi korban dalam sasaran pembunuhan yang meningkat belakangan.

Ini terjadi pada tengah perundingan antara kelompok Taliban dan pemerintah Afghanistan di Doha, Qatar. Kedua pihak mencapai perkembangan mengenai masalah-masalah awal tetapi belum sampai pada perundingan tentang penghentian senjata dan pembagian kekuasaan.

Buat memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain