Penjaga 'tembak mati' enam orang 'pengikut' Rizieq Shihab, Kapolda Metro Jaya: 'Mereka menyerang anggota kami'
News

Penjaga ‘tembak mati’ enam orang ‘pengikut’ Rizieq Shihab, Kapolda Metro Jaya: ‘Mereka menyerang anggota kami’

35 menit yang lalu

Kapolda

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan pihaknya telah menembak beku enam orang yang diduga pengikut pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab karena dianggap menyelenggarakan penyerangan terhadap anggota polisi.

Tanda resmi kepolisian menyebutkan sejumlah kawula Rizieq Shihab melakukan penyerangan kepada kendaraan polisi di Tol Jakarta-Cikampek Km50, sekitar pukul 00. 00 WIB, Senin (07/12) dini keadaan.

BBC News Indonesia telah mengkonfirmasi salah-seorang pimpinan FPI, Ali Abubakar Alatas tentang hal ini, namun datang pukul 13. 15 WIB belum mendapatkan tanggapan.

Lebih lanjut Fadil Imran, dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (07/12) siang, mengatakan, aparatnya yang berjumlah enam orang membuntuti kendaraan dengan diduga ditumpangi pengikut Rizieq.

Hal tersebut dilakukan terkait rencana pemeriksaan polisi atas Rizieq Shihab dalam kasus dugaan pelanggaran keramaian protokol kesehatan tubuh covid-19 yang rencananya digelar Senin pagi.

“Terjadi penyerangan terhadap anggota Polri yang sedang melaksanakan tugas analisis terkait rencana pemeriksaan MRS (Muhammad Rizieq Shihab) yang dijadwalkan berlangsung hari ini jam 10. 00 WIB, ” kata Fadil Imran.

Di dalam jumpa pers, Fadil didampingi Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman.

Dalam hadapan wartawan, Kapolda dan Pangdam memamerkan beberapa senjata api dan senjata tajam yang diklaim digunakan pengikut Rizieq untuk menyerang bagian polisi.

Upaya penyelidikan ini dilakukan sesudah polisi menerima informasi bahwa mau ada pengerahan massa pendukung Rizieq Shihab ke Polda Metro Jaya, kata Kapolda.

“Dan ketika anggota Polda Metro Jaya mengikuti kendaraan yang diduga pengikut MRS, kendaraan petugas dipepet, lalu kemudian diserang dengan menggunakan senjata api dan senjata tajam, ” ungkap Fadil Imran.

Patuh Kapolda, petugas kepolisian yang “terancam keselamatan jiwanya karena diserang”, kemudian melakukan “tindakan tegas-terukur”.

“Sehingga terhadap klan pengikut MRS (Muhammad Rizieq Shihab) berjumlah 10 orang, yang melayani penyerangan terhadap anggota, dilakukan kesibukan tegas dan meninggal dunia sebanyak enam orang, ” ungkap Kapolda Metro Jaya.

“Adapun empat orang lainnya, kabur, ” tambahnya.

Hasil penyelidikan penjaga menyebutkan bahwa pelaku penyerangan bagian polisi itu adalah “laskar khusus” yang selama ini dianggap menahan penyelidikan terhadap pimpinan FPI, kata Kapolda Metro Jaya.

Fadil Imran menambahkan, akibat serangan itu, kendaran milik polisi mengalami kerusakan “karena dipepet” dan “terkena tembakan”. “Tidak ada anggota polisi yang terluka, ” ungkapnya.

Di hadapan wartawan, Fadil kembali meminta agar Rizieq Shihab memenuhi panggilan pemeriksaan oleh tim penyidik Polda Metro Jaya terkait kasus kerumunan orang di markas FPI yang diduga melanggar adat kesehatan.

Kapolda Metro Jaya juga menodong agar Rizieq dan pengikutnya tak menghalangi proses penyidikan.

Sementara, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mengutarakan pihaknya mendukung langkah Kapolda & meminta agar Rizieq Shihab “segera mengikuti aturan hukum yang berlaku”.

Berita ini akan terus dilengkapi.