Polisi tangkap terduga pelaku pelantun 'seruan jihad' dalam azan
News

Polisi tangkap terduga pelaku pelantun ‘seruan jihad’ dalam azan

sejam yang awut-awutan

Masjid

Polisi telah menangkap seseorang yang diduga mengubah lafal azan dari ‘hayya’lash sholah’ menjelma ‘hayya alal jihad’, karena tindakannya dianggap menimbulkan kebencian atau pertentangan di masyarakat.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono, di keterangan tertulis kepada BBC News Indonesia, Jumat (04/12), membenarkan kalau polisi telah menangkap pria berinisial SYM, 22 tahun.

Dalam sepekan final, beredar sejumlah video di jalan sosial yang memperlihatkan sejumlah karakter yang mengubah lafal azan sebab ‘hayya’lash sholah’ menjadi ‘hayya alal jihad’.

Diunggah oleh sejumlah media, ‘ajakan hijad’ dalam azam oleh sebesar orang itu sepertinya digelar pada sejumlah tempat berbeda.

Kehadiran gambar ini kemudian menyulut kontroversi serta muncul kecaman dari berbagai pihak.

Sejumlah tokoh agama dan politikus lantas meminta polisi untuk mengusut siapa pelakunya.

Menurut Argo, SYM ditangkap pada hari Jumat (04/12) pagi buta, karena sengaja menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kemuakan atau permusuhan berdasar SARA.

“Tersangka diamankan di Jalan Raya Sukabumi, Kecamatan Cibadak, Jawa Barat, ” cakap Argo Yuwono.

Dia dijerat Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan akan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 156a KUHP.

Sebelumnya, Kamis (03/12), penyidik Polda Metro Jaya juga telah menangkap seorang pria berinsial H yang diduga menyebarkan video “ajakan jihad” meniti perubahan pelafalan azan di jalan sosial.

Menurut polisi, H ditangkap pada Cakung, Jakarta Timur pada Rabu (02/12).

Yang bersangkutan diduga menyebarkan gambar tersebut melalui akun instagram pribadinya.

Kabid Humas Polda Metro Hebat, Kombes Yusri Yunus mengatakan, tersangka H mengaku mendapatkan video azan berisi ‘ajakan jihad’ itu dari grup WhatsApp Forum Muslim Cyber One (FMCO News).

“Modus operandi pelaku memang masuk dalam kepala grup WhatsApp FMCO News ( Forum Muslim Cyber One ), kemudian dia menemukan adanya unggahan video-video yang tersedia di grup tersebut, ” introduksi Yusri Yunus kepada wartawan, Kamis (03/12).

Sejauh ini belum ada fakta resmi apakah kedua penangkapan ini saling berkaitan.

Berita tersebut akan terus dilengkapi.